MEDALI EMAS DAN PERAK DALAM AJANG IMSO 2009
oleh : 2009-11-26 03:15:22 [ Redaksi ]
Untuk menuju ajang bergengsi pada event International Mathematics and science Olympiad ( IMSO ) MIN Malang 1 memiliki program Matematik and Sains Club ( MSC ). Pemilihan peserta MSC dimulai sejak kelas 4. Pada bidang Matematika madrasah akan mengadakan seleksi dan begitu juga pada bidang sains madrasah juga mengadakan seleksi kepada siswanya. Dari hasil seleksi itulah yang akan dibina oleh guru-guru MIN Malang 1 secara kontinyu. Pembinaan yang dilakukan oleh guru matematika dan sains banyak mengacu pada kurikulum nasional dan banyak mencari materi-materi pada level international dengan cara mencari literature-literatur maupun brosing di internet untuk melihat bahan ajar di Negara-negara maju seperti singapura dan Hongkong. Siswa yang tergabung dalam MSC itulah yang nantinya akan mewakili madrasah ketika ada even Olimpiade Sains Nasional ( OSN ) maupun International Mathematics and science Olympiad ( IMSO ). Pada setiap tahun di Indonesia untuk mengikuti lomba ini ada dua jalur yaitu jalur OSN dan jalur IMSO. Madrasah selalu megikuti dua jalur ini dengan harapan ada yang bisa lolos. Pada tahun 2009 ini MIN Malang 1 berhasil mengikuti dua jalur. Jalur yang pertama adalah jalur OSN. Dalam jalur ini madrasah ikut kompetisi dengan MI/SD pada tingkat kepenilikan, kecamatan, kota, propinsi, dan nasinal. Alhamdulillah MIN Malang 1 mengirim 1 siswa dan berhasil mendapatkan medali emas atas nama Koyuki Atifa Rahmi. Keputusan dari panitia lomba tingkat nasional siswa yang mendapatkan medali emas akan menjadi peserta lomba pada event IMSO. Jalur kedua adalah jalur IMSO MIN Malang 1 juga mengikuti kompetisi dengan MI/SD pada tingkat kepenilikan, kecamatan, kota, propinsi, dan nasional. Pada jalur IMSO MIN Malang 1 juga mengirimkan satu siswa atas nama Maulana Wildan Seputra. Pada jalur IMSO semua peserta harus masuk 10 besar setiap pembinaan dan seleksi yang bergabung dengan teman-temannya dari seluruh propinsi di Indonesia. Pembinaan dan seleksi pada IMSO dilakukan sebanyak 6 kali. Pembinaan dan seleksi sebanyak 5 kali di Jakarta dan 1 kali di Jogjakarta serta dilanjutkan dengan kompetisi tingkat internasional.
Dukungan dari DEPAG Kota Malang, Dinas Pendidikan Kota Malang, Komite, orang tua, guru dan karyawan , serta semua siswa MIN Malag 1 menjadikan semangat tersendiri bagi ananda Koyuki dan Wildan. Alhamdulillah, Luar biasa itulah mungkin sebutan yang pantas kita berikan kepada duta- duta bangsa yang telah menunjukkan prestasi dalam ajang kompetisi internasional ini. Hal ini dibuktikan dengan perolehan juara umum pada ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) for Primary School ke-6 tahun 2009. Perlombaan ini dilaksanakan pada tanggal 8 hingga 14 November, di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Indonesia meraih 6 emas, 15 perak, dan 17 perunggu, dan mengalahkan juara tahun lalu, Taiwan yang meraih 3 emas, 1 perak dan 8 perunggu. Indonesia mengungguli negara-negara peserta yang diikuti oleh 9 negara yaitu Indonesia, India, Srilanka, Brunai, Thailand, Taiwan, afrika selatan, Singapura, dan Hongkong.
Dalam ajang IMSO ke-6, Indonesia menurunkan peserta 16 orang untuk katagori matematika dan 16 orang untuk sains. Keseluruhan peserta dari Indonesia berjumlah 32 peserta yang telah melewati penyaringan dari 33 propinsi se-Indonesia.
Bagaimana dengan kiprah siswa dari Madrasah? Pertanyaan itu terjawab sudah bahwa madrasah dapat berprestasi pada tingkat internasional. Dua siswa yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Malang 1 yang berada di Jl. Bandung 7c Kota Malang Jawa Timur yaitu : Koyuki Atifa Rahmi (12) dan Maulana Wildan Seputra (12). Mereka merupakan siswa kelas 6 yang dibina sejak kelas 4. MIN Malang 1 merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berasal dari madrasah.
Koyuki Atifa Rahmi (12) merupakan wakil Indonesia peraih medali emas pada bidang sains. Putri dari pasangan Hidayat Sujuti, SPM, Phd dengan dr. Endah Wahyuwati adalah anak yang cerdas yang dibuktikan dengan selalu meraih ranking 1 di kelasnya.
Koyuki sangat yakin dalam menghadapi berbagai tahapan dalam perlombaan tersebut. Menurutnya, tahapan yang paling sulit adalah tahapan eksperimen. Ia melakukan eksperimen tentang kromatografi yaitu tentang penyebaran warna. Pada tahap teori, ia dapat mengerjakan dengan sempurna. Anak pendiam ini dikenal teman-teman sekolahnya sebagai anak kutu buku karena hampir setiap hari ia membaca buku.
Maulana Wildan Seputra (12) juga wakil Indonesia peraih medali perak pada bidang sains. Ia lahir di Malang, 12 Desember 1997. Putra pasangan Agung Seputra, S.Pd. dengan Enik Gunti Astutik merupakan anak penggila game komputer. Wildan merupakan anak pertama dengan saudara bernama Zeidan Noor Rozin Seputra. Selain bermain game komputer, ia memiliki hobi membaca buku. Tahapan yang paling sulit dilaluinya ialah tahapan teori karena ia harus mengerjakan soal pilihan dan uraian. Menurutnya, dalam tahapan ini, ia tidak mengerjakan satu soal karena bingung tentang rumus. Wildan bercita-cita untuk menjadi seorang ilmuan perancang GADGET.
BIODATA
Nama : Koyuki Atifa Rahmi
Tempat, tgl. Lahir : Lamongan, 9 Desember 1997
Nama Ayah : Hidayat Sujuti, SPM, Phd.
Nama Ibu : dr. Endah Wahyuwati
Nama Saudara Kandung : Zaki Adi Kurnia
Pekerjaan Ayah : Dokter Mata
Pekerjaan Ibu : Dokter Umum
Hobi : Membaca
BIODATA
Nama : Maulana Wildan Seputra
Tempat, tgl. Lahir : Malang, 12 Desember 1997
Nama Ayah : Agung Seputra, S.Pd.
Nama Ibu : Enik Gunty Astutik
Nama Saudara Kandung : Zeidan Noor Rozin Seputra
Pekerjaan Ayah : Arsitek swasta
Pekerjaan Ibu : Ahli gizi RSSA Malang
Hobi : Membaca, Game Komputer, Merancang Tamiya
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color