MENGAPA KALSIUM
oleh : Redaksi [ 2007-11-03 03:59:05 ]
Sebenarnya, osteoporosis adalah proses yang alamiah. Namun, seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup manusia, osteoporosis menjadi problem. Tanpa didukung tulang yang kuat, dikhawatirkan seseorang akan menjadi "bayi besar" di masa tuanya. Toh, bagi kalangan industri, osteoporosis adalah berkah. Amati saja, betapa banyak produk susu rendah lemak dengan kandungan kalsium tinggi. Bahkan ada yang mengiklankan dengan cara yang kurang proporsional: mampu mengobati osteoporosis. Promosi ini pun makin memantapkan pemahaman bahwa kalsium hanya ada di susu.
Efektif jika tersengat matahari
Kalsium memang erat kaitannya dengan kesehatan tulang sebab mineral inilah yang membentuk tulang. Selain itu, peranannya terhadap gigi juga tak bisa diabaikan. Sembilan puluh sembilan persen kalsium dalam tubuh disimpan dalam tulang dan gigi. Sisanya tersebar di darah dan jaringan lunak, yang memiliki peran sangat penting. Tanpa adanya kalsium, otot tidak dapat berkontraksi dengan benar, darah tidak bisa membeku, dan saraf tidak dapat membawa pesan.
MANFAAT KALSIUM ANTARA LAIN
meringankan sindrom pramenstruasi (PMS).
kalsium akan bekerja efektif setelah kulit terkena sengatan singkat radiasi ultraviolet-B. Paparan sinar matahari memang merangsang produksi vitamin D. Vitamin ini diketahui berfungsi sebagai pembuka kalsium untuk masuk ke dalam aliran darah, sampai akhirnya menyatu di dalam tulang. asupan kalsium tinggi (di atas 850 mg) bisa mengurangi risiko gejala batu ginjal. Hal ini karena kalsium memiliki efek protektif dengan mengikat oksalat di usus dan mencegah penyerapan oksalat yang bisa membentuk batu.
Yang lebih penting lagi, kalsium juga berpengaruh terhadap masa depan kesehatan bayi. British Medical Journal melaporkan hasil penelitian pada wanita yang diberi suplemen kalsium selama masa kehamilan. Hasilnya, para ibu tersebut akan memiliki anak-anak yang cukup terlindungi dari risiko hipertensi.
KEBUTUHAN KALSIUM
Sepanjang hidup kita membutuhkan kalsium. Mulai dari bayi sampai usia tua dengan jumlah kebutuhan yang berbeda-beda. Demikian juga dengan jenis kelamin membedakan asupan. Menurut Siti Fatimah Moeis, M.Sc., dokter dan ahli gizi lulusan University of London, angka kecukupan kalsium rata-rata yang dianjurkan di Indonesia adalah 500 – 800 mg per orang per hari. Pada usia lanjut dan wanita menopause para ahli cenderung menganjurkan asupan sampai sekitar 1.000 mg/hari.
SUMBER KALSIUM
Susu memang memiliki kandungan kalsium yang cukup banyak. Susu kambing 98 mg/100 g, susu kerbau 216 mg/g, susu bubuk full cream 895 mg/gr, susu bubuk skim 1.300 mg/gr, dan keju 777 mg/g.
Kalsium bisa diperoleh dari sayuran hijau (bayam misalnya), buah-buahan, brokoli, serta tempe dan tahu. Juga makanan laut. Fatimah mengungkapkan, kandungan kalsium dalam bahan makanan kacang-kacangan dan ikan cukup besar. Antara lain, 100 g kacang kedelai basah memiliki 196 mg kalsium, 100 g kacang kedelai kering mengandung 227 mg kalsium, bahkan dalam 100 g sari kedelai bubuk terdapat 450 mg kalsium (tetapi dalam 100 g sari kedelai cair hanya terdapat 50 mg). Angka yang lebih besar diperoleh dari bungkil kacang tanah (730 mg). Sedangkan tempe kedelai murni 129 mg dan tahu 124 mg.
Dari kancah sayuran hijau bisa dipilah: daun lamtoro 1.500 mg, daun kelor 440 mg, bayam merah 368 mg, bayam hijau 267 mg, daun talas 302 mg, dan daun mlinjo 219 mg. Untuk makanan laut bisa dipilih rebon kering (udang kecil) yang sarat kalsium, yakni 2.306 mg/100 g; rebon segar 757 mg; udang kering 1.209 mg kalsium; udang segar 136 mg kalsium; teri kering 1.200 mg; teri segar 500 mg.
Disertai makanan
Menjamurnya suplemen kalsium dan susu kalsium tentu perlu disikapi dengan bijaksana. Kelebihan asupan kalsium memang tidak berpengaruh banyak, kecuali bagi mereka yang berisiko batu kalsium. Konsumsi sehari-hari sampai 2.500 mg masih dianggap aman. Kalsium sisa yang tidak digunakan tubuh akan dikeluarkan melalui urine dan tinja.
Jika dari makanan sehari-hari asupan kalsium kurang, suplemen sangat membantu. Dari uji coba yang dilakukan, suplemen kalsium bisa ditoleransi tubuh dengan baik. Bahkan pengujian yang dilakukan terhadap 2.295 wanita hamil dengan dosis 2.000 mg tidak menimbulkan efek sampingan yang berarti.
Memang, beberapa orang mungkin akan mengalami kembung (bloating) atau sembelit ketika mulai minum suplemen. Kejadian ini memang tercatat dalam beberapa penelitian. Bagi mereka yang mengalami gejala seperti itu, mulailah dengan dosis rendah, lalu perlahan-lahan ditingkatkan sampai sesuai dengan asupan yang diperbolehkan.
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color