LOGIN MEMBER
DETAIL ARTIKEL
CYBERGURUS SEBAGAI GURU MASA DEPAN
oleh : Redaksi [ 2006-04-29 01:48:59 ]
Beberapa waktu yang lalu kita sempat membaca di media massa kalau Bapak presiden kita mengunjungi sekolah dasarnya. Kita terbanyang sekolah Bapak presiden adalah sekolah yang serba wah karena dapat memberika lulusan yang merupakan putra terbaik bangsa ini. Kita semua tahu, keadaan sekolah bapak bangsa kita yang sangat sederhana tanpa peralatan canggih. Kita bertanya kenapa sekolah seperi itu bias menghasilkan putra terbaik bangsa ini. Kita juga merasakan keadaan sekolah dengan bangku yang ditata rapi dengan porsi two in one serta papan hitam yang sudah lusuh oleh coretan-coretan kapur. Keadaan seperti ini masih bisa kita di hampir semua daerah. Keadaan yang kontras ini menimbulkan classical mind tentang kualitas pendidikan di Indonesia dibanding dengan pendidikan di negara-negara lainnya. Perbedaan yang sangat mencolok dihadapan mata kita adalah penggunaan teknologi dalam pembelajaran siswa-siswi di Indonesia dengan di luar negeri. Kita sudah yakin tentang kemampuan siswa negara lain tentang penggunaan teknologi elektronika, informasi, dan telekomunikasi (Information Technology and Telecommunication). Di negara Eropa bahkan tetangga kita Singapura menganggap kurang pas dan lengkap kalau seorang guru tidak dibarengi dengan penguasaan information technology and telecommunication. Keadaan ini sangat terbalik 180° ketika melihat para guru di negeri ini yang masih mengandalkan voice power di dalam kelas. Ketika negara-negara lain sudah mencapai penggunaan cybereducation dalam pembelajaran di kelas maka semakin terdesak pula bagi bangsa kita ini untuk mengimplementasikan teknologi informasi dalam dunia pendidikan. Implementasi cybereducation mendesak karena dukungan, tekanan dan perkembangan teknologi informasi dan internet yang berkembang sangat cepat. Teknologi internet merupakan suatu media baru dengan kandungan teknologi yang tinggi. Bentuk pelayanan dengan internet cukup murah dibandingkan media lain, karena pelayanan internet dapat menampilkan berbagai informasi dalam dunia pendidikan. Keberadaan dunia pendidikan negeri ini yang mengandalkan penerimaan informasi dari guru sudah menjadi sesuatu yang sangat primitif ketika di hadapkan pada keadaan di negeri Eropa. Keberadaan guru pemberi informasi akan sangat dibantu dengan keberadaan internet sebagai pemberi informasi yang sangat penting di dunia (cybergurus). Internet akan menjadi suplemen dan komplemen dengan mewakili guru (cybergurus) sebagai sumber belajar yang sangat efektif di masa mendatang. Internet sebagai cybereducation berguna memberikan informasi-informasi pendidikan kepada masyarakat khususnya wali murid. Internet juga dapat dijadikan sebagai sarana bantu belajar-mengajar sehingga akhirnya cybereducation menjadi intelegent cybereducation. Penggunaan internet juga dapat menjadi media silaturahmi antara lembaga, siswa, dan masyarakat dengan alumni dalam dunia maya. Dengan keberadaan internet siswa dapat dengan mudah berguru pada para pakar di bidang yang diminatinya. Cukup banyak pakar di seluruh dunia ini yang dengan senang hati menjawab pertanyaan yang datang sehingga amat memungkinkan jika terjadi perburuan gelar atau rangking memalui jaringan internet. Internet juga merupakan alat distribusi dan pertukaran informasi dan kolaborasi antar wali murid, pengelola, dan siswa. Surat menyurat (izin sakit), pengumuman, informasi registrasi, silabus, dan penerimaan siswa baru. Dalam era globalisasi penggunaan jasa internet sebagai sarana pemasaran jasa pendidikan sangat mutlak keberadaannya di dunia international. Tidak kalah pentingnya fungsi internet dalam dunia pendidikan yaitu sebagai alat layanan tanya jawab materi. Keberadaan ruang dan waktu pada era sekarang tidak lagi menjadi problem bagi siswa, guru dapat menggunakan e-mail untuk menampilkan instruksi ataupun konsultasi serta bertukar pikiran dengan beberapa siswa untuk membahas suatu topik. Siswa mempunyai kewajiban untuk memeriksa e-mail setiap hari (“snail mail”). Internet juga sebagai penyedia software pembelajaran dan media pembelajaran lainnya yang diminati oleh siswa. Pembelajaran dalam kurikulum KBK tidak lagi hanya mengacu pada sumber buku semata tetapi dari beberapa sumber lainnya. Dunia pendidikan bangsa ini sangat membutuhkan perubahan yang signifikan untuk mencapai kesetaraan dengan bangsa lain terutama dalam bidang information technology. Sebuah keperluan yang sangat mendesak penggunaan information technology di dunia pendidikan dengan dibarengi oleh kualitas para gurunya. Sangatlah urgen dimasukkannya materi information technology skill dalam pelaksanaan sertifikasi para guru di Indonesia. Oleh sebab itu, sangat perlu diadakan sebuah trining berkala bagi para guru dalam bidang penguasaan internet guna menunjang keikstensian di mata dunia international. Penulis : Abdul Haris Ishaq, S. S. (Guru Bahasa Indonesia MIN Malang 1 dan instruktur Konsorsium Pendidikan Islam)
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color