MEMACU KREATIVITAS ANAK
oleh : Redaksi [ 2007-10-27 03:53:16 ]
Setiap orang tua tentu ingin buah hatinya tumbuh menjadi sosok yang sehat, cerdas, dan kreatif,
tak terkecuali Anda. Namun, mengembangkan kreativitas anak ternyata bukan hal mudah untuk dilakukan. Diperlukan pengertian dan keterlibatan langsung Anda dalam prosesnya.
Para ahli menyimpulkan bahwa
pada dasarnya terdapat 3 ciri dominan yang dimiliki oleh anak kreatif: Spontan,
memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan tertarik pada hal-hal baru. Setiap
anak memiliki kemampuan dasar kreativitas tersebut sejak dini, hanya saja
perkembangannya tidak sama pada masing-masing anak.
Perkembangan
kreativitas anak ini tergantung pada berbagai hal, seperti gizi, kesehatan, pola
pengasuhan, dan pengaruh lingkungan.
Sebagai orang tua, Anda tentu memahami bahwa dunia anak adalah dunia bermain dan
bersuka cita, dimana mereka belum memikirkan tanggung jawab seperti orang
dewasa. Bermain akan mempermudah anak memupuk unsur-unsur kreativitas, seperti
rasa ingin tahu, daya khayal/imajinasi, dan coba-coba. Lewat permainan, tingkat
kreativitas anak akan dipacu melalui daya khayalnya. Ini akan membuatnya mampu
melihat gambaran dan wawasan baru.
Anda hendaknya menyadari keunikan setiap anak sebagai individu sekaligus
menerima kelebihan dan kekurangannya. Untuk mengembangkan kreativitas anak, Anda
harus mampu menelusuri bakat dan minatnya, mendorong, menghargai, dan menanamkan
kepercayaan diri sekaligus terlibat dalam proses kreativitas anak.
Menyembunyikan hal-hal baru dari anak serta berkomunikasi dalam suasana tegang
dan tidak menyenangkan, akan menghambat kreativitas anak. Kecenderungan lebih
menghargai hasil daripada prosesnya dan menilai kreasi anak dengan perspektif
Anda juga termasuk hal-hal yang dapat menghilangkan kreativitas anak Anda.
Gangguan terhadap kreativitas anak ternyata juga bukan melulu kesalahan orang
tua. Sistem pendidikan di sekolah juga ikut berpengaruh. Kebanyakan sekolah
menerapkan sistem pendidikan satu arah yang lebih mengutamakan IQ (kecerdasan
intelektual). Dengan sistem pendidikan seperti ini, tingkat kreativitas dan
kecerdasan emosional seringkali diabaikan.
Anda dapat membantu memacu kreativitas anak dengan memperhatikan beberapa hal
seperti berikut :
a.. Berikan anak ruang dan kebebasan untuk bermain dan bereksplorasi.
b.. Biarkan anak memilih sendiri media permainannya, jangan terlalu diatur.
c.. Kenalkan anak pada orang lain, budaya, pengalaman, dan cara berpikir yang
berbeda dari kebiasaannya.
d.. Biarkan anak merasa tenang, nyaman, dan menikmati proses kreativitasnya
tanpa Anda terlalu turun tangan mengaturnya.
e.. Orang tua yang terlalu berlebihan memberikan berbagai hal kepada anak
cenderung memiliki anak yang kurang kreatif. Ciptakan lingkungan yang terbuka
dan menerima anak apa adanya.
f.. Dukung pertumbuhan kreativitas anak Anda dengan memberikan nutrisi tepat
yang sesuai dengan perkembangannya. Karena kekurangan atau kelebihan gizi akan
menghambat proses kreativitas anak.(bk)
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color