WASPADAI JIKA SI KECIL ALERGI
oleh : Redaksi [ 2007-08-17 22:26:20 ]
Alergi ternyata tak hanya menyerang kulit atau paru seperti yang selama ini kita ketahui,melainkan semua organ tubuh, termasuk otak, bagaimana mengenali alergi pada anak ?
Alergi pada anak ternyata tidak sesederhana yang diduga.Sebelumnya,sering kita dengar bahwa gejala alergi adalah, batuk,pilek,sesak,dan gatal di kulit. “Padahal,alergi dapat menyerang semua organ dan system tubuh,mulai paru,kulit,saluran kencing,jantung,bahkan susunan saraf pusat (otak).
Ternyata banyak bahaya dan komplikasi alergi yang bias terjadi,sehingga beresiko mengganggu tumbuh kembang anak.Tanda alergi dan resiko alergi dapat diketahui sejak anak dilahirkan,bahkan sejak dalam kandungan sudah bias dideteksi.Jadi alergi sebetulnya dapat dicegah sejak dini.
Alergi adalah kumpulan gejala akibat reaksi kekebalan tubuh (respon imun)yang berlebihan,yang diakibatkan oleh beberapa pnyebab atau pencetus.
Alergi dapat disebabkan karena factor keturunan dari orang tua atau kakek/nenek penderita.Bila ada salah satu dari orang tua menderita gejala alergi,maka resiko kemungkinan diturunkan pada anak sekitar 25-30 persen,bila kedua orang tua alergi,maka resiko menurun pada anak maeningkat menjadi 60-70 persen.
PENYEBAB ALERGI
- MAKANAN , Terutama pada bayi dan anak,sedang pada orang dewasa,pengaruh makanan berkurang.
- BUKAN MAKANAN, Inhalasi/hirupan : (debu (karpet /filter AC),sebuk sari bunga tanaman,bulu binatang.Kontak : (sabun,bahan kimia,logam.Kecoa. Mite/tungau pada kasur,kapuk dan lain-lain.
AKIBAT DARI ALERGI
GANGGUAN PENCERNAAN
Alergi ynag berulang dan tidak dikendalikan ternyata dapat mengganggu susunan saraf pusat (SSP atau Otak ). Secara pasti mekanisme timbulnya gangguan tersebut belum dapat dijelaskan. Diduga gangguan SSP ini diakibatkan oleh pengaruh beberapa zat stimulant yang dikeluarkan oleh pencernaan penderita alergi yang biasanya terganggu juga factor hormonal.
Gangguan otak yang terjadiantara lain
1.sakit kepala berulang
2 gangguan tidur
3 Keterlambatan bicara
4 gangguan perilaku,emosi berlebihan,agresif,overaktif,gamgguan belajar,gangguan konsentrasi,gangguan koordinasi,hiperaktif hingga autisme.
Gangguan malnutrisi (kurang gizi)
1.berata dan tinggi badan anak kurang dibandingkan tinggi badan anak yang lain yang normal seusianya .Malnutrisi biasa terjadi pada anak usia 4-6 bulan,dimana anak mulai dikenalkan makanan baru yang kadang menimbulkan alergi dan gangguan pencernaan seperti sulit makan,sering muntah,sering diare,sering kembungdan sebagainya,yang berkibat malnutrisi.
Gejala gangguan pencernaan yang sering timbul antara lain,rewel menangis terus-menerus ,kolik dimalam hari pada anak di bawah 3 tahun,bayi dengan riwayat berak darah,riwayat diare berulang.
CARA MENDETEKSI ALERGI tahap yang dilakukan
1.anamnesa ,melihat riwayat orang tua /keluarga/kakek-nenek dan riwayat penyakit sering berulang.
2.pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang (skin test allergy,foto rontgen (foto polos dada ),pemeriksaan laboratorium.
PENANGANAN
Secara benar dan berkesinambungan, pemberian obat terus-menerus bukan jalan terbaik. Yang paling ideal adalah menghindari pencetus yang bias menimbulkan keluhan alergi tersebut.
Secara teoritis,alergi memang tak bias dihilangkan, tetapi dapat dijarangkan frekuensi kekambuhannya serta dikurangi beratnya keluhan. Dengan bertambahnya usia anak 6-7 tahun,pencetus alergi makanan biasanya akan semakin berkurang atau hilang. Namun yang sering terjadi orang tua justru terus memberikan makanan pencetus alergi pada anak,dengan tujuan agar anak kebal dan tidak lagi alergi. Ini tidak benar dan tidak akan mengurangi gejala alergi,tapi malah memperberat.
GANGGUAN PERILAKU
Tanda-tandanya
1.Gerakan motorik berlebihan, usia anak kurang dari 6 bulan mata/kepala bayi sering melihat ke atas,tangan dan kaki bergerak berlebihan. Usia anak lebih dari 6 bulan : bila di gendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala ke belakang,membentur-benturkan kepala ,bergulung-gulung dan menjatuhkan badan di tempat tidur (smackdown)
2.Gangguan tidur,(biasanya malam hari): gelisah,bolak-balik dari ujung tempat tidur yang satu ke ujung yang lain, mimpi buruk,berbicara/tertawa/berteriak saat tidur,sulit tidur,sering terbangun dimalam hari
3.Agresif :sering memukul kepala sendiri,orang tua atau benda di sekitarnya,sering menggigit,menjilat,mencubit.
4.Gangguan konsentrasi/gangguan pemusatan perhatian : cepat bosan terhadap suatu aktifitas,kecuali nonton TV.
5.Ganguan emosi:mudah marah,sering berteriak/mengamuk/histeris berlebihan
6.Gangguan koordinasi:tidak melalui urutan fase normal duduk-merangkak-berdiri sesuai usia,sering terjatuh dan terburu-buru saat berjalan,sering menabrak,jalan jinjit,duduk dengan posisi kaki ke belakang
7. Terlambat bicara:tidak mengeluarkan kata hingga usia 15 bulan,perbendaharan kata hanya 4-5 kata sampai umur 20 bulan,kemampuan bicara hilang dari yang sebelumnya bias. JUga sering mengulang-ulang kata. Biasanya akan membaik di atas usia 2 tahun.
8.Impulsif :banyak bicara,tertawa/senang berlebihan,sering memotong pembicaraan orang lain.
9. Autisme ;hiperaktif,gangguan sosialisasi/komunikasi,keterlambatan bicara.
TANDA-TANDA ALERGI
1.SISTEM PERNAFASAN : pada bayi, nafas sering berbunyi grok-grok,batuk,pilek,bersin,mimisan,hidung buntu,sesak (asma),sering mengusap-usap hidung.
2 SISTEM PEMBULUH DARAH DAN JANTUNG :palpitasi (berdebar-debar),flushing (muka kemerahan ),nyeri dada, kolaps (jatuh ),pingsan serta tekanan darah rendah.
- ISTEM PENCERNAAN :pada bayi sering rewel,kolik/menangis terus-menerus tanpa sebab pada malam hari,sering cegugakn,sering buang air besar (BAB)mengejan,kembung,sering gumoh,BAB berwarna hitam atau hijau ,BAB timbul warna darah.Pada anak : nyeri perut,sering BAB lebih dari 3 kali sehari,gangguan BAB(kotoran keras,BAB tidak setiap hari,BAB di celana,BAB berwarna hitam atau hijau, BAB mengejan,kembung,muntah ,sulit BAB,sering buang angina (flatus),sariawan,mulut berbau.
- KULIT: pada bayi sering timbul penebalan merah di pipi,daerah popok dan telinga,timbul kerak di kulit kepala,sering gatal,dermatitis,bengkak di bibir,lebam biru kehitaman,bekas hitam seperti digigit nyamuk,berkeringat berlebihan.
- SISTEM SALURAN KEMIH: sering kencing,nyeri kencing.
- SISTEM SUSUNAN SARAF PUSAT: pada bayi: sensitive,sering kaget dengan rangsangan suara/cahaya,gemetar.Anak :sering sakit kepala,migren,gangguan tidur,keterlambatan bicara dan gangguan perilaku
- SISTEM HORMONAL : Gangguan tidur,chronic fatique symptom (sering lemas),gampang marah,emosi meningkat,histeris.
- JARINGAN OTOT DAN TULANG:Nyeri tulang,nyeri otot,bengkak di leher seperti gondong.
- MATA: mata berair,mata gatal,sering belekan,bintil pada mata,kulit di bawah mata kehitaman.
BISA KOMPLIKASI
Alergi pada anak sering berulang dan sulit dikendalikan sangat mungkin terjadi bahaya dan komplikasi yang mengganggu,misalnya :
1.Gangguan organ tubuh(paru,ginjal,otak ,mata,kulit an sebagainya)
2. Efek samping dari sering minum obat (terutama antibiotika).pasalnya gejala alergi seringkali dengan penyakit infeksi,sehingga seringkali anak diberi anti biotika. PAdahalumumnya alergi tidak perlu diobati dengan antibiotika.
3.Gangguan pertumbuhan (sulit makan/berat badan kurang?kurang gizi)
4. Gangguan perkembangan (gangguan belajar,gangguan konsentrasi,agresif,keterlambatan bicara,perilaku/hiperaktif/autisme dan lain-lain.
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color