Cari
English Version

DETAIL ARTIKEL
 

DIARE KARENA ALERGI MAKANAN
oleh : Redaksi [ 2007-06-22 22:05:53 ]

Gejalanya,anak merasa mual,sakit perut,dan diare.

Alergi disebabkan factor keturunan.Jadi , bila dalam keluarga ada riwayat alergi,apapun jenisnya (tak harus alergi makanan),maka dalam diri anak sudah ada bakat untuk menjadi alergi.Adapun yang memicu munculnya reaksi alergi makanan pada si kecil adalah protein yang terkandung dalam makanan resebut.

            Umumnya makanan yang kerap menimbulkan adalah seafood,kacang-kacangan,telur dan susus sapi.Alergi makanan ini yang paling sering terjadi pada usia 6 bulan, yaitu pada saat anak mulai mendapatkan macam-macam makanan tambahan.Khusus telur dan susu sapi, biasanya setelah anak berusia 3 tahun tak mengalami alergi lagi. Tak demikian halnya dengan kacang-kacangan dan seafood, biasanya lebih lama lagi,bahkan bisa seumur hidup.

 

PENANGANAN

            Konsultasikan ke dokter mengenai jenis diet yang tepat bagi anak.

Sebaiknya orang tua memiliki buku kecil mengenai makanan anak,sehingga bisa di pantau sampai anak dewasa.

            Biasanya dokter akan menganjurkan untuk mengganti susu formulanya yang mengandung protein hewani dengan protein nabati,yaitu kedelai. Sayangnya,susu formula dari kacang kedelai ini tak menjamin si kecil lolos  100 persen dari alergi. Ada kemungkinan sekitar 20 – 30 persen ,bayi masih tetap alergi. Bila sudah begini , susu formulanya harus diganti lagi dengan yang mengandung hidrolisa protein. Kendati kandungannya masih protein hewani, tapi sudah diolah sedemikian rupa hingga tak bakal mengakibatkan  alergi.

 

PENCEGAHAN

          → Jika sudah tahu ada riwayat alergi dalam keluarga, berikan hanya ASI pada bayi, tak usah dicampur dengan susu formula. ASI sama sekali tak menimbulkan reaksi alergi, karena ASI tak mengandung komponen protein yang memicu reaksi alergi.

            Setelah anak mengkonsumsi makanan tambahan , hindarkan dari makan yang bersifat antigenic ( merangsang  reaksi  kekebalan ) seperti ikan ,udang , coklat atau telur     (terutama putih telur karena mengandung protein yang bisa memunculkan reaksi alergi, sedangkan kuning telur mengandung lemak ). Gantilah dengan bahan makanan yang mengandung protein nabati, seperti tahu, tempe, dan sejenisnya.

                  Bila si kecil menyusu ASI tapi berbakat alergi, pencegahan harus dilakukan juga oleh si ibu. Yakni,dengan menjaga makanannya dan menghindari makanan yang bisa memicu reaksi alergi,,termasuk susu.

 

LAKUKAN TES MAKANAN

            Setiap makanan boleh saja dicobakan pada anak. Namun bila anak mengalami diare, hentikan pemberian makanan tersebut .Biasanya uji coba ini dilakukan setelah anak berusia 4 bulan ke atas. Nah , bila si kecil mau dicoba, berikut “prosedur”nya:

 

            .Makanan yang dicobakan hanya boleh satu macam dalam sekali waktu

            Jika suatu saat ia diberi makanan lalu diare, maka penyebabnya bisa diketahui persis.Jadi , kalau hari ini anak dikasi pisang, ya pisang saja sebagai bahan makanan baru  selain makanan rutinnya.Jangan dikasi melon juga. Karena kalau anak sampai diare,kita enggak akan tahu penyebab mencretnya karena pisang atau melon.