ENAM CARA ATASI KEBOSANAN ANAK
oleh : Redaksi [ 2007-06-08 22:43:28 ]
Kebosanan tak selalu buruk bagi anak. Kebosanan bisa menjadi pelajaran tersendiri baginya. ''Bila anak Anda tak punya kesempatan untuk membuat kegiatannya sendiri, ia akan selalu minta pihak luar yang menghiburnya,'' kata Jean Illsley Clark PhD, penulis How Much Is Enough. Berikut enam cara untuk membantu anak belajar menikmati waktu yang tak terjadwal itu:
1. Batasi waktu nonton televisi, video game atau bermain permainan elektronik lainnya. Sebab, banyak anak yang kesulitan mengisi waktu luangnya adalah anak yang terlalu banyak nonton televisi atau bermain video game, permainan yang menawarkan rangsangan instan dengan hanya sedikit upaya.
2. Tawarkan pilihan. Anda bisa menawarkan pada anak untuk membantu pekerjaan di rumah atau memikirkan sendiri kegiatan yang bisa dilakukannya.
3. Pikirkan bersama. Ajaklah ia memikirkan alternatif kegiatan yang bisa dilakukan di saat kita bosan. Anda bisa katakan, ''Kalau Ayah bosan, Ayah tanya diri sendiri, apa ya yang ingin dilakukan tapi selama ini tak sempat dilakukan? Oh, ya mengisi teka-teki silang.'' Lalu, mintalah anak Anda mengatakan kegiatan yang selama ini belum sempat dilakukannya.
4. Berjanji bermain lain waktu. Terlalu sering menghentikan kegiatan kita untuk menghibur anak juga tak mendidik. Gunakanlah taktik menunda agar anak berkesempatan mencari kegiatan sendiri. Biasanya, begitu Anda selesai mengerjakan pekerjaan Anda, ia sudah sibuk dengan permainannya sendiri.
5. Bersiaplah. Ajaklah anak menulis daftar 'obat bosan'. Tempelkan di kulkas. Bila ia mengeluh bosan, mintalah ia memilih salah satu dari daftar yang sudah dibuat bersama-sama itu. Anak akan belajar melihat ke daftar itu sebelum mengeluh.
6. Dorong anak menuangkan khayalannya dalam gambar dan tulisan. Bila anak sudah berada di usia SD, ia sudah bisa diminta menuliskan cerita khayalannya, gambarnya, atau menuliskan skenario untuk boneka-bonekanya tentang liburan dalam khayalannya.
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color