Cari
English Version

DETAIL ARTIKEL
 

SOLUSI MEREPARASI KEPRIBADIAN ANAK
oleh : Redaksi [ 2007-05-04 22:51:41 ]

Apa yang harus dilakukan orangtua apabila menemui anak yang jadi pendiam ,penurut dan pasrah?Menurut Juli, yang pertama-tama adalah introspeksi diri, pola asuh seperti apa yang selama ini kita terapkan pada anak dan sikap macam apa yang selalu kita tunjukkan di hadapannya. Setelah itu, ubahlah segera!

Selanjutnya, ubahlah perilaku anak. Namun tentunya untuk mengubah kondisi yang sudah berjalan ini, tidaklah mudah. Selain memerlukan waktu yang tidak sebentar, juga dituntut kesabaran yang tinggi. Tak hanya itu. "Orangtua juga harus kreatif menemukan teknik dan pancingan untuk memotivasi anak."

Nah, inilah yang disarankan Juli untuk membuat si pendiam, si pasrah, dan si penurut mendapatkan rasa percaya dirinya kembali sehingga segala potensinya terasah.

* MENGUBAH SI PENDIAM

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, seperti menghargai semua sikap anak, memancing anak untuk mau aktif, dan memunculkan keunggulan atau kelebihan dirinya. Jika anak suka dan pintar melukis, misal, mintalah dia untuk melukis sosok ayah-ibunya, mengajari ayah-ibunya melukis, hingga membuat acara pameran lukisannya di lingkungan rumah.

Bisa juga dengan mengajak anak berdiskusi mengenai dunia seni lukis, misal. Dengan cara ini diharapkan anak mau mengemukakan pendapat-pendapatnya dan terbiasa untuk aktif dalam mengemukakan pendapat hingga berargumen, lebih jauh lagi supaya anak lebih percaya diri.

Setelah anak mulai menunjukan keinginan untuk berinteraksi dengan lingkungan, munculkan keberanian dirinya supaya lebih berani dan aktif, serta ajak anak untuk mau bergaul dengan lingkungan di luar rumah.

* MENGUBAH SI PASRAH

Sering-seringlah memberikan dorongan pada anak untuk mau melakukan pembelaan diri. Katakan, "Jangan takut. Kamu tidak boleh diam saja. Kalau kamu benar, hadapi dan buktikan kalau kamu tidak salah, jangan diam saja," misal.

Jangan lagi kakak dijadikan kambing hitam dan selalu membenarkan adik. Dengarkan apa yang menjadi pembelaan kakak. Jika si kakak benar, posisikan dia di tempat yang benar.

* MENGUBAH SI PENURUT

Kita harus lebih sering memberinya kesempatan memilih dan berinisiatif. Contoh, "Les matematika ini kamu suka tidak? Kalau tidak, enggak apa-apa kok. Kita pilih les lain sesuai keinginan kamu. Kamu ingin les apa?"