BEDAH MULUT
oleh : Redaksi [ 2007-05-01 01:19:25 ]
Bedah Mulut
Bedah Mulut adalah ilmu mencabut gigi beserta resiko dan komplikasinya, mengangkat kista, granuloma atau tumor serta pembedahan rahang untuk memperbaiki patah rahang, menutup celah langit pada bibir sumbing.
BELL’S PALSY
Tahukah Anda bahwa banyak penyakit itu tidak diketahui sebabnya. Sedangkan setiap orang pasti membutuhkan jawaban. Sebagai salah satu terapi batin, semua dokter harus bisa menjawab pertanyaan, meski dokter pun tak tahu jawabannya. Oleh karena itu muncul istilah Idiopatik. Penyakit yang tidak diketahui sebabnya. Dokter hanya menduga hal-hal yang memicu timbulnya penyakit itu.
Hal ini terjadi pada penyakit yang disebut dengan Bell’s Palsy. Bell’s Palsy diambil dari nama Sir Charles Bell, dokter dari abad 19 yang pertama menggambarkan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada saraf wajah.
Meski namanya keren, Bell’s Palsy adalah kelumpuhan yang terjadi pada separuh wajah. Artinya muka Anda yang terlihat cantik dan bagus di depan kaca itu tidak terjadi dengan sendirinya. Bila salah satu saja sarafnya minta istirahat, maka proporsi wajah menjadi tidak seimbang.
Bell’s Palsy bisa juga terjadi pada dua sisi, tapi umumnya terjadi hanya pada sebelah sisi saja. Dengan penyakit ini kita menjadi kembali berpikir, air mata kita sudah ada yang mengurus, karena tidak ada air mata bercucuran dalam keadaan normal. Air ludah, bila datang bersamaan dengan bau mangga muda, bisa ditelan sehingga tidak terus menetes dan kita bisa tersenyum dan tertawa simetris karena fungsi sarafnya normal.
Pada Bell’s Palsy, kelopak mata lumpuh, sehingga mata tidak bisa menutup dan untuk mengimbangi perihnya bola mata akibat rangsang udara, air mata terus keluar sehingga akan menetes di bagian yang lumpuh. Sudut mulut dan sudut mata turun ke bawah tidak simetri dengan wajah sebelah yang tidak terkena. Mulut tidak bisa menutup sehingga air liur bisa menetes pada sisi yang lumpuh tanpa disadari. Dan bila tersenyum, maka bagian yang lumpuh, tetap tidak bergerak, sehingga senyum menjadi tidak seimbang antara sudut kiri dan sudut kanan.
Gambar Penderita Bell’s Palsy
Meski sebabnya secara pasti disebut sebagai idiopatik (tidak diketahui dengan jelas), Bell’s Palsy bisa dipicu oleh infeksi virus, bakteri atau akibat pendinginan wajah pada satu sisi.
Kenapa Bell’s Palsy ini dibahas disini? Dalam dunia kedokteran gigi, Bell’s Palsy bisa terjadi sebagai suatu akibat dari komplikasi anestesi pada suntikan blok di Rahang Bawah. Namun jangan kuatir, kalau hal ini terjadi, maka Bell’s Palsy dapat hilang sejalan dengan hilangnya rasa baal akibat anestesi dalam waktu 1-2 jam. Kemungkinan terjadinya penyakit ini (insidens-nya) adalah 25 orang setiap 100.000 populasi.
Bell’s Palsy mirip dengan orang yang terkena stroke (yang mengalami lumpuh separuh tubuh). Namun perbedaan dengan Bell’s Palsy adalah bahwa stroke tidak hanya melumpuhkan otot wajah saja, tapi juga menyebabkan kelumpuhan pada bagian tubuh yang lain (tubuh, tangan dan kaki).
Bila Anda termasuk yang suka kepanasan saat tidur, jangan memasang kipas angin searah pada salah satu sisi wajah. Bila mengemudi, jangan biarkan salah satu sisi terkena angin terus menerus, karena exposure of face to cold bisa merupakan salah satu penyebab timbulnya asimetri karena kelumpuhan saraf pada wajah.
Apa itu saraf wajah?
Saraf pada wajah mirip dengan kabel telpon dan berisi 7000 serat saraf. Setiap serat membawa impuls listrik ke otot wajah tertentu. Informasi dikirim melalui serat saraf ini sehingga kita bisa tertawa, menangis, tersenyum, merenung, sehingga saraf ini disebut pula sebagai “saraf ekspresi wajah.”
Ketika setengah atau lebih serat saraf ini terganggu, kelumpuhan wajah terjadi. Jika serat saraf ini teriritasi, pergerakan otot wajah terlihat sebagai kejang atau otot tertarik tiba-tiba (bahasa kerennya “kedutan”). Serat sarat tidak hanya membawa impuls saraf ke otot wajah, tapi juga ke kelenjar air mata, ke kelenjar air ludah dan ke otot tulang di tengah telinga. Selain itu tugas saraf itu juga mentransmisikan rasa dari bagian depan lidah. Karena fungsi saraf ini begitu kompleks, maka banyak gejala bisa terjadi bila serat saraf wajah ini terganggu. Jadi gangguan dapat terjadi antara lain gerakan otot tiba-tiba, otot melemah atau kelumpuhan wajah, kekeringan mata atau mulut atau gangguan terhadap rasa.
Gambar Percabangan Saraf Wajah
Tanda-tanda Bell’s Palsy :
- Terjadi asimetri pada wajah
- Rasa baal/kebas di wajah
- Air mata tidak dapat dikontrol dan sudut mata turun
- Kehilangan refleks konjungtiva sehingga tidak dapat menutup mata
- Rasa sakit pada telinga terutama di bawah telinga
- Tidak tahan suara keras pada sisi yang terkena
- Sudut mulut turun
- Sulit untuk berbicara
- Air menetes saat minum atau setelah membersihkan gigi
- Kehilangan rasa di bagian depan lidah
Hal yang disarankan untuk mengurangi gejala:
- Mengurut wajah
- Melatih otot wajah di depan cermin
- Memberi terapi hangat di wajah untuk mengurangi rasa sakit
Kepada siapa berobat?
Ke Dokter spesialis Saraf untuk penanganan lebih lanjut. Meski kebanyakan orang mulai sembuh sendiri setelah beberapa minggu dan sembuh total dalam waktu 3 bulan. Hanya sekitar 20% yang lama sembuhnya atau mengalami kondisi yang menetap. Pada kasus komplikasi anestesi, gejala langsung hilang begitu efek anestesi lenyap, sekitar 1-2 jam setelah anestesi.
CM©230606
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color