Cari
English Version

DETAIL ARTIKEL
 

MENGATASI STRES PADA ANAK
oleh : Redaksi [ 2007-03-16 23:11:22 ]

Anak yang selalu cemas dan gelisah, sensitif dan penuh curiga, penakut dan pemalu, kaku,tidak fleksibel dan perfeksionis, kompetitif dan agresif, kemampuan bersosialisasi yang buruk, kurang dukungan sosial, dan lain-lain.

       Beberapa tanda stres dapat dilihat pada keluhan tubuh,perubahan emosi dan perubahan sikap. Anak kemungkinan bereaksi dalam lima cara :

  1. Marah. Anak yang stres cenderung marah dan sangat sensitif untuk berperilaku marah apabila ada tekanan dari lingkungan.
  2. Takut. Anak yang takut pergi ke sekolah sebagai tanda anak mengalami stres dengan sekolahnya.
  3. Fuga. Hal ini mengacu pada sikap membingungkan yang dikembangkan dengan hilangnya ingatan dan berjalan-jalan tanpa arah.
  4. Kaku. Anak yang stres kemungkinan tidak dapat bereaksi. Sebaliknya mereka menjadi pendiam dan penyendiri.
  5. Bunuh diri. Tekanan yang sangat berat pada anak akan mewujudkan stres yang serius bahkan bisa menyebabkan anak bunuh diri.

Untuk mengatasi anak yang stres dapat dilakukan beberapa cara antara lain:

  1. Keluarga mau menerima anak apa adanya. Orang tua mampu mengenali dan memuji pekerjaan anak serta memotivasinya.
  2. Menumbuhkan hubungan baik anak dengan temannya, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah.
  3. Gembira. Bersantai usai sekolah menjadikan hidup seorang anak seimbang. Keterbukaan kepada pengalaman baru membuat anak seimbang. Ajak anak untuk rekreasi  dan bermain bersama dapat membuat anak bergembira.
  4. Doronglah anak untuk bertanggung jawab pada tugas sekolahnya agar anak memiliki tanggung jawab pada masa depannya. Buat anak pergi ke sekolah dengan senang dan jangan terlalu menuntut anak untuk berprestasi/juara kelas. Bicara pada guru di sekolahnya tentang keadaan anak di rumah.
  5. Tumbuhkan keyakinan beragama kepada anak sehingga menyadarkan anak akan adanya takdir terhadap segala peristiwa yang ada.
  6. Hindari melabel anak secara berlebihan. Misalnya; anak bodoh,anak nakal dan jahat, anak setan, anak yang terganggu otaknya, dsb.
  7. Bantu anak mendapatkan kemampuan dalam mengatasi masalah.Cari sumber stres pada anak. Kuatkan hubungan kasih sayang antara anak dan orang tua.
  8. Mencari tenaga profesional (Psikolog,Psikiater) apabila tidak ada kemajuan.

(Sumber: 24 Jam Bersama Anak, Dr.Irwan Prayitno)