Cari
English Version

DETAIL ARTIKEL
 

MUHASAABAH (EVALUASI DIRI )
oleh : Redaksi [ 2006-12-09 01:06:34 ]

Orang yang beriman hendaknya senantiasa melakukan perenungan pada dirinya atas segala hal yang telah dilakukannya,apakah amal yang dikerjakan senantiasa bernilaikan ibadah atau bahkan laghau ( sia-sia )tanpa guna.Maka ketika seseorang telah mampu melakukan penghitungan atas dirinya sungguh merupakan suatu keniscayaan bagi seorang mukmin untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaannya.Orang yang selalu melakukan muhasabah atas dirinya selalu memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk bekal hari esok(akhirat).Hal yang demikian ini telah AllahSWT tegaskan dalam firmannya : “Hai orang –orang yang beriman ,bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok(akhirat ).”( Al-Hasyr :18)

 

Rasulullah SAW bersabda :

 

“Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan berbuat untuk kepentingan sesudah mati.sedangkan orang yang lemah adalah yang membiarkan dirinya mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan terhadap Allah dengan berbagai angan-angan.”

(HR.At-Timidzi dan Al-Hakim).

 

Kaitannya dengan sabda Nabi SAW diatas adalah sahabat Umar bin Khattab ra berkata:

 

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang .”

 

Adapun hikmah dari pada bermuhasabah (Evaluasi diri ) adalah :

 

  1. Orang senantiasa akan meningkatkan keimanan dan selalu berusaha untuk mencapai tingkat yang tertinggi yaitu muttaqiin .

 

  1. Selalu menghiasi dalam hidupnya nilai tambah yang hasanah baik akhlak,prestasi kerja dan segala yang dilakukan selalu diniatkan sebagai ibadah.

 

  1. Ketika kita telah menyadari bahwa selama ini yang dilakukan lebih banyah makshiyatnya maka kita langsung bertaubat kepada Allah dan menggantinya dengan kebaikan –kebaikan. Karena kebaikan itu dapat menghapus kejelekan .

 

  1. Untuk menyiapkan hari esok (akhirat) kita harus membawa bekal .Adapun sebaik –baik bekal adalah bekal takwa.( QS. Albaqoroh ;197)