MENGHADAPI ANAK TIDAK PEDE DAN PENAKUT
oleh : Redaksi [ 2008-06-11 06:09:28 ]
TIDAK PEDE
Rasa kurang percaya diri mulai terlihat saat anak bersosialisasi dengan lebih suka menarik diri dan enggan mengemukakan pendapatnya. Akibatnya anak cenderung ikut saja apa kata kelompoknya. Anak yang kurang pede umumnya menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan orang lain.
* Penyebab:
- Rasa percaya diri terbentuk melalui proses panjang yang berlangsung sejak usia dini dalam kehidupan bersama orangtuanya dimana pola asuh dan interaksi orangtua yang tidak menghargai (tidak menunjukkan perhatian, meremehkan, membanding-bandingkan, mengancam) serta tidak memberi kesempatan anak untuk mandiri memegang peran penting.
- Anak yang sakit-sakitan pun biasanya kurang mendapat kesempatan ataupun kepercayaan untuk melakukan segalanya sendiri. Lambat laun ia tidak memiliki keterampilan untuk melakukan tugas-tugasnya. Tak heran kala mulai bersosialisasi, anak jadi tidak pede karena ia merasa tidak seterampil teman-temannya.
* Solusi:
- Ungkapkan rasa sayang pada anak dengan kata-kata dan sentuhan. Tunjukkan perhatian kita pada aktivitas anak dan pencapaiannya. Jangan pelit memberi pujian kala anak berhasil menunjukkan sesuatu yang membanggakan. Namun pujian tersebut hendaknya, jangan asal memuji. Secara spesifik garisbawahi bagian terbaiknya. Contohnya, "Gambarmu bagus ya. Paduan warnanya membuat gambarmu lebih hidup."
- Pada anak usia sekolah, selain perhatian dan ucapan yang merupakan pernyataan sayang, tak ada salahnya berikan pula fasilitas yang memang sesuai dengan kebutuhannya dan kemampuan orangtua.
- Hindari ancaman dan segala bentuk cinta bersyarat , seperti "Kalau kamu nakal, Mama enggak sayang lagi sama kamu."
- Hargai anak. Memarahi anak tidak dilarang, tetapi semata-mata soroti perilakunya.
Contohnya, ketimbang bilang, "Kamu kok lelet banget sih!" mengapa tidak bilang, "Kalau kamu suka ngulur-ngulur waktu, akibatnya kamu terlambat ke sekolah."
- Memberi hadiah tidak hanya ketika anak berprestasi tapi juga ketika anak melakukan proses yang membanggakan.
- Libatkan anak untuk bersama-sama mencari solusi atas masalah tertentu. Dengan begitu anak merasa dihargai yang akan membantu menumbuhkan rasa percaya dirinya.
PENAKUT
Sebenarnya takut bukanlah gangguan mental meski perasaan takut ini dapat menghambat/mengganggu aktivitas anak. Ada beberapa unsur yang sering membuat anak takut, di antaranya takut gelap, takut hantu, takut ketinggian, takut binatang tertentu, dan takut berada sendirian. Bisa dialami oleh bayi maupun anak-anak usia selanjutnya.
* Penyebab:
Ada takut yang muncul secara naluriah sebagai peringatan agar seseorang segera mencari perlindungan atau langkah penyelamatan diri. Ada juga takut yang terbentuk karena ditanamkan oleh lingkungan. Boleh jadi rasa takut terjadi karena anak pernah mengalami hal yang tak mengenakkan, seperti tanpa sengaja terkurung dalam kamar yang gelap sendirian. Rasa takut itu kemudian membekas terus dalam dirinya. Ketakutan pun bisa tumbuh dari contoh perilaku orang-orang yang penakut di sekitar anak. Kalau orangtuanya penakut, kemungkinan anak pun seperti itu.
* Solusi:
Bila tak segera diatasi, tentu efeknya akan berkelanjutan. Rasa takut akan mengalahkan dorongan bereksplorasi, berpikir logis, dan pengembangan potensi diri. Hentikan kebiasaan menakut-nakuti. Hindari anak dari tontonan yang menyeramkan. Bila anak takut dengan suasana gelap/temaram, temani dan buktikan bahwa gelap pun menyenangkan, tak ada sesuatu yang perlu ditakutkan.(Sumber: Tabloit Nakita) BK.
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color