Cari
English Version

DETAIL ARTIKEL
 

STRES DAN DAMPAKNYA DALAM KELUARGA
oleh : Redaksi [ 2008-04-26 04:42:32 ]

STRES DAN DAMPAKNYA DALAM KELUARGA

 

Kalau kita mengamati fenomena sosial selama ini,tidak sedikit kita jumpai manusia-manusia yang hidup di era modern dengan kemajuan ilmu dan teknologi banyak menderita stres dalam menghadapi tantangan hidup dan kehidupan .

 

     Berbagai ketegangan dan masalah stres di atas akan semakin parah jika menimpa suatu keluarga .Walaupun keluarga merupakan unit terkecil dari suatau bangsa dan keluarga menjadi sendi dasar suatu bangsa.

 

     Keluarga adalah tempat anak-anak dilahirkan,dibesarkan dan tempat mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya.Setiap orang yang berkeluarga atau berumah tangga selalu merindukan terciptanya keluarga yang “Samawa” Sakinah mawaddah dan wa rahmah,dan berusaha menghindari ketegangan –ketegangan  dan stres .

 

     Adakalanya seseorang merasa telah menemukan kebahagiaan dan ketentraman ,sehingga rumah tangganya bagaikan surga,sebagaimana sabda Nabi SAW ,”Baitii Jannatii :Rumah tanggaku adalah surgaku “. Adapula yang tidak merasakan kebahagiaan dan ketentraman dalam hidup berumah tangga .Banyak rumah tangga yang mengalami percekcokan yang disertai kekerasan sehingga rumah tangga yang semula penuh canda tawa di antara sanak saudara serta handai taulan ,berubah menjadi rumah tangga yang penuh dengan perselisihan.Keadaan seperti ini sampai menekan hati dan perasaan karena malu dengan tetangga dan kerabat sehingga rumah tangganya bagai “kuburan “ bagi oarang hidup.

 

    Adapun dampak yang ditimbulkan bagi keluarga yang mengalami ketegengan dan percekcokkan adalah mereka melakukan penyimpangan-penyimpangan dari ketentuan hukum dan kaidah agama.Di antaranya meminum minuman keras,melakukan penyimpangan seksual atau mencari wanita pelacur,sehingga kompensasi yang dilakukan dapat merugikan dirinya,keluarga maupun kedudukannya di masyarakat.

 

    Kecenderungan sebagian masyarakat modern saat ini,terutama mereka yang tidak beriman dan kurang teguh dalam memegangi ajaran agamanya dan kurang kuat imannya,berusaha menghilangkan  kegelisahan dan ketegangan batinnya dengan meminum obat penenang .

 

    Reaksi obat penenang untuk beberapa saat dapat memberikan sedikit ketenangan bagi penelannya,Namun bagaimanapun juga ketenangan karena obat penenanng hanyalah bersifat sementara sehingga begitu daya kerjanya habis,kegelisahanpun muncul dan dampaknya negatif bagi kesehatan tubuhnya.

 

     Adapun solusi yang tepat untuk mengatasi stres berat yang dialami keluarga adalah “ar-ruj’u ilallah” artinya kembali mengingat Allah ,Sebagaimana Allah berfirman :”Yaitu Orang –orang yang beriman ,dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.Ingatlah,hanya dengan mengingat Allah –lah hati menjadi tenteram (Q.S Ar-ra’du:28)

 

 

    Kandungan ayat diatas dapat kita pahami bahwa mengingat Allah itu ada du pengertian,yaitu:

 

1.Dengan membaca kalimat thoyibah sambil merenungkan kandungan maknanya,misalnya membaca Istighfar,Subhanallah,Alhamdulillah, Allahu Akbar dan sebagainya.atau melakukan ibadah-ibadah baik mahdhoh maupun yang sunnah.

 

2.Dengan mengerjakan segala aktivitas kehidupan sesuai dengan aturan-aturan Allah SWT.

 

    Oleh karena itu,sebagai orang yang sudah berumah tangga,marilah kita pegang pandangan hidup,Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun,agar kita tidak mudah gelisah,cemas ,stres,dan frustasi dalam menapaki hidup dan kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaan .Justru dengan berbagai ujian dan cobaan yang dihadapi akan dapat ditentukan apakah kita lulus atau tidak ? Kalau dengan sabar kita menghadapi ujian atau cobaan maka kita akan memperoleh kebahagiaan  dan keberuntungan di dunia maupun di akhirat.Sebagaimana Allah berfirman :

 

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuh surga,padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad(menegakkan ajaran Allah ) di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.(QS.Ali-imran:142)