4 TIPE MANUSIA HADAPI TEKANAN HIDUP
oleh : Redaksi [ 2008-04-26 03:53:45 ]
"Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk
tumbuh" (John Gray)
Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih, hidup di
alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich
Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam
modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.
Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus
menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan
ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan
tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam
menghadapi tekanan hidup ini.
Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit
tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya
kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali
mengeluh pada saat kesulitan terjadi.
Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya,
menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih
berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.
Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation).
Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek
karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang
kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi
kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.
Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya
mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika
situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak
stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan,
tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.
Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya,
orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe
lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini
akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.
Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur
dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel.
Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia
mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia
bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai
kembali ke titik awal untuk memulai lagi.
Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan
terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena
tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan
lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk
ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony
Robbins dalam salah satu biografinya.
Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara
uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya
semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya.
Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance-
nya bagus sekali.
Bangun network
Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan
sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih
parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah
tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan
membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru
tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.
Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim
dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh
kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam
kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.
Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti 'The Double dan
Notes of The Dead'. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga
dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus
meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia
berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. 'A Comrade Paper Blanket' menjadi
buah karya kondangnya.
Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda.
Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda?
Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.
Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya.
Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola
pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang
mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?
Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin (BK)
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color