GATAL-GATAL PADA ANAK
oleh : Redaksi [ 2008-04-26 03:46:04 ]
BERHATI-hatilah jika balita atau bayi Anda dilanda gatal-gatal dan eksim berulang, sebab sangat mungkin itu adalah gejala-gejala kemunculan dermatitis atopik (DA). Keluhan yang sering didapat adalah kelainan pada kulit berupa bercak-bercak atau "beruntus" disertai rasa gatal, sering timbul tenggalam, terutama di wajah, leher, lengan, tangan, tungkai, dan kaki.
DA adalah jenis penyakit kulit yang didasari faktor genetik atau bawaan. Dapat terjadi pada suatu keluarga dengan manifestasi yang berbeda, yakni adanya asma alergi atau rhinitis (bersin dan meler pada pagi hari), atau alergi makanan terutama susu sapi pada anak dan bayi yang ditandai dengan mencret bila minum susu. Meski DA saat ini dianggap sebagai penyakit alergi, akan tetapi ada sebagian penderita yang tidak menunjukkan hubungan dengan faktor alergi.
Alergi pada penderita DA yang sering muncul adalah alergi tungau, debu rumah, susu, cokelat, telur, dan ikan laut pada orang dewasa. Pada umumnya, DA muncul pada usia sebelum satu tahun dan menghilang pada usia pascabalita. Namun pada sebagian penderita, ada yang berlanjut hingga dewasa, bahkan ada pula yang muncul setelah dewasa.
"DA merupakan penyakit yang bersifat kronis, dapat terjadi selama bertahun-tahun, bahkan seumur hidup, sering kambuh dan mengganggu kegiatan sehari-hari akibat rasa gatal yang hebat. Meski demikian, penyakit ini dapat dikendalikan apabila penderita mengetahui faktor pencetusnya dan berobat ke dokter untuk mengurangi rasa ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan pada kulit penderita DA. Pertama, kulit kering. Penyebab kulit kering adalah jumlah atau kadar air pada kulit yang berkurang. Untuk mengurangi kekeringan kulit, khususnya pada bayi dan anak, bisa dilakukan melalui tindakan membasahi kulit dengan cara mandi rendam 2-3 kali sehari dengan air dingin (15 - 24 derajat Celcius, diberikan sedikit minyak zaitun atau sabun yang mengandung moisturized (pelembab). Setelah mandi, segera berikan pelembab kulit. Kemudian hindari bahan-bahan yang sering menyebabkan iritasi kulit seperti sabun yang kuat, deterjen pemutih pakaian, pelembut atau pewangi pakaian, dsb.
Kedua, gatal-gatal. Hindari pakaian yang terlalu tebal dan suhu ruang yang tinggi, terutama saat tidur. Sebab, keringat dan suhu yang tinggi bisa merangsang rasa gatal. "Sebaiknya, ruang tidur diberikan pendingin ruangan atau minimal kipas angin agar ventilasi berlangsung baik.
Ketiga, eksim. Oleh kalangan dokter di Amerika Serikat eksim disebut dermatitis. Karena pada umumnya eksim pada anak dengan DA akan berkurang pada usia lima tahun, maka sebenarnya yang penting dilakukan adalah perawatan sebelum usia lima tahun. Tujuannya, agar kulit anak menjadi bagus di masa akan datang. "Penderita DA pada umumnya sangat sensitif atau rentan terhadap berbagai infeksi yang dapat mencetuskan atau memperberat penyakitnya. Oleh karena itu, sebaiknya penderita berobat ke dokter untuk mendapatkan pengobatan secara teratur," lanjut ayah tiga orang putra ini.
Tes alergi pada anak balita,sebaiknya hanya dilakukan pada kasus DA berat dan sulit diobati. Hasil tes alergi pada anak balita sering kali sulit dinilai, apalagi jika dilakukan oleh bukan ahlinya. Demikian pula mengenai hubungan antara DA dengan makanan, masih belum jelas benar. "Berbagai penelitian sedang dikembangkan, baik di dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, diet sebagai alternatif pengobatan harus dilakukan atas anjuran dan pemeriksaan dokter.
Disarankan, untuk mengurangi pengaruh alergi terhadap debu, maka sebaiknya upaya bersih-bersih di rumah lebih sering dilakukan. Terutama terhadap bed cover, sprei, sarung bantal dicuci minimal sekali seminggu. Bed cover dan selimut pada siang hari harus diangin-anginkan, ventilasi kamar tidur setiap hari, boneka yang berbulu atau hewan piaraan (house pet) untuk teman tidur harus dicuci dan dimandikan dengan baik. "Makanya, hati-hatilah dengan tempat tidur kita, harus sering-sering dibersihkan," katanya.
|
|
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color