TURUNNYA TROMBOSIT TIDAK SELALU DEMAM BERDARAH
oleh : Redaksi [ 2008-03-08 01:44:43 ]
Penyakit demam berdarah (DB) tidak selalu dari rendahnya trombosit didalamdarah.Sebab, menurunnya trombosit tidak selalu disebabkan oleh demaberdarah,tetapibisajuga penyakit lain, seperti demam tifoid atau chikungunya. Pemeriksaan yang dilakukan adalah:
1. tes hematorkit untuk mengetahui kekentalan darah,
2.tes trombosit,
3.tes hemoglobin,
4.leukosit dan serologi dengue.
Sebab
pada saat terinfeksi virus dengue tidak harus ditandai dengan turunnya
trombosit, tetapi bisa dilihat dari turunnya leukosit."
pemeriksaan
peninjang lainnya seperti : hati, ginjal, dan kadar gula darah pada diri pasien
yang terkena virus dengue. Pada pasien dewasa perlu melakukan pemeriksaan lebih
komplit lagi, seperti pemeriksaan hati, tes diabetes maupun ginjal. Sebab, virus
dengue bisa menyerang sel-sel hati sehingga perlu juga mengecek fungsi hatinya.
Ginjal pun harus diperiksa mengingat orang yang diberi cairan dalam pengobatan
jangan sampai mengganggu fungsi ginjalnya. Kalau ginjalnya bermasalah, kemudian
dokter memberikan cairan sebanyak-banyaknya bisa menyebabkan mampet karena tidak
bisa dikeluarkan dari ginjal. Bisa jadi nantinya akan terkena gagal ginjal.
Penderita diabetes yang terkena DB pun harus ekstra hati-hati dalam pemberian
cairan. "Sebab, daya tahan tubuh penderita diabetes gampang lemah dan pemberian
cairan infus yang kandungannya terdapat gula bisa menaikkan kadar gula dalam
darah. Bila ada pasien yang menderita diabetes terkena DB, perlu penatalaksanaan
yang berbeda dan harus hati-hati.Bagi mereka yang tidak memiliki komplikasi
penyakit lainnya, pemberian cairan, baik air mineral, minuman isotonik, atau jus
jambu merah tidak masalah agar pasien tidak menjadi mual dan meningkatkan jumlah
cairan di dalam tubuh.
Seseorang yang pernah terkena DB dan pada tahun berikutnya kembali terserang
harus hati-hati. "Sebab, seseorang yang terinfeksi virus dengue lebih dari satu
kali, maka reaksi pada serangan kedua atau ketiga jauh lebih hebat dari yang
pertama."
Transfusi
trombosit hanya diberikan kepada pasien dengan perdarahan yang berat seperti:
1.muntah darah,
2.mimisan yang terus-menerus
3.perdarahan dari saluran cerna bawah berupa BAB berdarah
segar.
Jumlah trombosit yang rendah bahkan sampai di bawah 20.000 tanpa perdarahan yang
signifikan bukan merupakan indikasi untuk diberikan trombosit. Jadi, kadar
trombosit yang rendah saja tidak memerlukan transfusi trombosit.
Demam
berdarah bisa tanpa gejala maupun dengan gejala.
Yang bergejala dibagi 2
:
1.Demam dengue (DD)
2.Dengue Haemorhagic fever (DHF).
Pasien dengan DHF biasanya menunjukkan gejala yang lebih berat dan gejala
perdarahan yang lebih jelas. Pasien DHF selalu dihubungkan dengan trombosit yang
rendah. Kadar trombosit yang rendah juga menjadi patokan kapan pasien tersebut
harus dirawat. Sebenarnya selain trombosit yang rendah adanya darah yang semakin
pekat (hemokonsentrasi) ditandai oleh peningkatan hematokrit serta tanda-tanda
perdarahan merupakan hal lain yang akan dilihat sebelum memutuskan perawatan
pasien di rumah sakit. Pada pasien demam berdarah selain jumlah trombosit yang
menurun, fungsi trombosit juga menurun. Trombosit terganggu baik secara jumlah
maupun kualitas. Trombosit merupakan salah satu sel darah yang berperan pada
keseimbangan proses pembekuan dan perdarahan (hemostasis) di dalam tubuh kita.
Gangguan pada trombosit akan meningkatkan terjadinya proses perdarahan.
PENYEBAB TURUNNYA TROMBOSIT
Adanya
trombosit yang rendah bukan berarti kita harus meningkatkan trombosit sesegara
mungkin. 3 hal yang diduga sebagai penyebab penurunan kadar trombosit di dalam
darah yaitu:
1.penurunan produksi trombosit karena penekanan produksi di sumsum tulang,
2.penggunaan trombosit yang berlebihan
3.adanya antibodi antitrombosit dalam darah.
Jika melihat hal-hal yang menjadi penyebab kenapa trombosit turun ini, maka
transfusi trombosit yang tidak pada tempatnya justru akan memperburuk keadaan
karena akan merangsang proses inflamasi lebih lanjut sehingga penghancuran
trombosit akan lebih meningkat.
PERLU CUKUP CAIRAN
Selama perawatan jika tidak terjadi syok atau perdarahan masif, pasien akan mendapat cairan infus berupa cairan kristaloid seperti cairan ringer laktat atau asering untuk menjaga volume cairan dalam pembuluh darah agar tetap baik. Berdasarkan pengalaman dalam merawat pasien dengan DBD, biasanya trombosit akan naik pada hari ke-7 sejak mulai terjadinya demam.
Pada akhirnya, jika penanganan pasien DBD dilakukan sesuai dengan aturan yang ditetapkan, maka komponen darah trombosit dapat diberikan secara selektif. Gunanya agar pada saat benar-benar dibutuhkan, komponen trombosit ini tetap tersedia. Apalagi, transfusi trombosit dibutuhkan juga oleh pasien-pasien dengan kelainan darah yang lain dan juga pasien dengan gangguan liver berat
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color