MEMBUAT SI KECIL MENYUKAI PR
oleh : Redaksi [ 2008-09-03 08:51:24 ]
Anak-anak yang masih kecil umumnya masih membutuhkan dorongan dari lingkungan, terutama orangtuanya dan ingin ditemani bila belajar. Maka cobalah menikmati aktivitas keluarga (selain menonton TV tentunya) di sekitar anak yang sedang belajar atau mengerjakan PR-nya. Aktivitas ini akan mendorong anak untuk merasa lebih aman dan tidak merasa ditinggalkan. Yang menjadi pertanyaan bagaimana membentuk tanggung jawab serta kebiasaan belajar yang baik sejak dini?
Fasilitas Belajar
Kalau kondisi rumah memungkinkan, biarkan anak memiliki kamar tidur sendiri lengkap dengan meja belajarnya serta suasana yang nyaman dan tenang. Atau sulaplah kamar tamu atau meja makan Anda menjadi meja belajarnya tiap malam. Yang penting ciptakan suasana yang tenang sehingga anak mampu mengerjakan PR-nya. Jangan sekali-kali membiasakan anak mengerjakan PR di depan TV, matikan TV terlebih dulu. Jangan lupa selalu usahakan untuk memeriksa buku referensi, alat tulis maupun perlengkapan anak lainnya, agar ketidaklengkapan peralatannya tidak dijadikan alasan anak tidak mengerjakan PR-nya.
Tentukan Jadwal Rutin Belajar
Bantulah anak mengatur waktu dan diskusikan untuk menetapkan jadwal belajar rutinnya. Anak-anak yang masih kecil, seringkali memang tidak mengerti dan belum memahami rentang waktu yang dibutuhkannya untuk mengerjakan setumpuk PRnya. Bantulah anak membagi waktunya, misalnya sepulang sekolah kerjakan dulu setengah PR-nya, baru bermain sebentar, setelah itu tidur siang dan mengerjakan PR setengahnya lagi sore harinya setelah menonton acara anak-anak di TV. Kalau semuanya dikerjakan pada malam hari, mengingat masih terbatasnya rentang konsentrasi dan daya tahan kerja anak, maka belum selesai anak sudah kepayahan ataupun mengantuk karena seharian energinya memang sudah habis untuk bermain. Paling tidak ada PR atau tidak biasakan anak duduk barang 30 menit atau 1 jam di meja belajarnya.
Kehadiran sebagai "Support"
Anak-anak yang masih kecil umumnya masih membutuhkan dorongan dari lingkungan terutama orangtuanya dan ingin ditemani bila belajar. Maka cobalah menikmati aktivitas keluarga (selain menonton TV tentunya) di sekitar anak yang sedang belajar atau mengerjakan PR-nya. Misalnya, ayah membaca koran, ibu menyulam dan adik belajar melukis. Aktivitas ini akan mendorong anak untuk merasa lebih aman dan tidak merasa ditinggalkan. Dengan kehadiran Anda tentu juga mudah untuk memberikan reward atau dukungan berupa pujian, pelukan atau senyuman ketika anak mampu mengerjakan PR atau tugas-tugas sekolahnya, ini penting sekali.
Selalu Siap Jadi 'Konsultan'
Apabila anak mengalami kesulitan dalam mengerjakan PR-nya, tawarkan bantuan untuk menjelaskannya sekali lagi, tetapi jangan sekali-kali Anda mengambil alih mengerjakannya. Bersikaplah konsisten, jangan terpengaruh dengan ancaman, rengekan atau tangisan anak. Biarkan anak memahami dan merasakan konsekuensinya apabila tidak mengerjakan PR-nya. Memeriksa sekali lagi PR yang dikerjakannya juga penting untuk mengecek pemahaman anak terhadap materi yang diajarkan guru dan keseriusannya belajar.
Kerja Sama dengan Guru
Diskusikan dengan guru kelasnya tentang kondisi anak yang masih belum lancar baca tulis, biasanya akan mendapatkan toleransi dan perhatian yang lebih intensif atau perlakuan yang lebih individual. Buku penghubung guru dan orangtua yang mencatat perilaku, dan kegiatan anak di sekolah terutama tugas-tugas yang harus dikerjakan di rumah mungkin diperlukan.
Cobalah terlebih dahulu hal-hal di atas, sambil mengamati perkembangan anak sampai 6 bulan ke depan. Kalau perkembangannya terasa sangat lambat dan anak justru menunjukkan kecemasan dan tertekan, kemungkinan ada gangguan yang berhubungan dengan kecerdasan atau daya tangkapnya, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti. (bk)
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color