RHINITIS ALERGIKA
oleh : Redaksi [ 2007-12-08 04:57:52 ]
Jika anda mempunyai rhinitis alergika, biasanya anda mempunyai gejala selama
beberapa tahun (kronik). Anda mungkin mempunyai gejala sepanjang tahun, atau
hanya pada saat-saat tertentu saja. Dengan berjalannya waktu, alergen mungkin
menjadi tidak begitu mempengaruhi anda, dan gejala-gejala anda mungkin menjadi
tidak separah sebelumnya. Anda juga bisa mengalami komplikasi seperti sinusitis
ataupun infeksi telinga.
Gejala-gejala paling sering dari rhinitis
alergika adalah:
- Bersin berulangkali, terutama setelah bangun tidur pada
pagi hari. Rhinitis alergika (allergic rhinitis) terjadi karena sistem
kekebalan tubuh kita bereaksi berlebihan terhadap partikel-partikel yang ada
di udara yang kita hirup. Sistem kekebalan tubuh kita menyerang
partikel-partikel itu, menyebabkan gejala-gejala seperti bersin-bersin dan
hidung meler. Partikel-partikel itu disebut alergen yang artinya
partikel-partikel itu dapat menyebabkan suatu reaksi alergi.
- Hidung meler dan postnasal drip. Cairan yang keluar dari hidung meler yang disebabkan alergi biasanya bening dan encer, tetapi dapat menjadi kental dan putih keruh atau kekuning-kuningan jika berkembang menjadi infeksi hidung atau infeksi sinus.
- Mata gatal, berair.
- Telinga, hidung, dan tenggorokan gatal.
Alergen yang paling sering menyebabkan
rhinitis alergika?
Pohon, rumput, dan pollen adalah penyebab paling sering rhinitis alergika.
Tungau debu rumah, bulu binatang, kecoak, dan mold juga dapat menyebabkan
rhinitis alergika. Anda mungkin juga alergi terhadap sesuatu zat yang ada di
lingkungan kerja seperti debu kayu, bahan-bahan kimia, dll.
Kalau anda alergi terhadap pollen, gejala anda mungkin hanya timbul beberapa
kali dalam setahun. Jika anda alergi terhadap tungau debu rumah dan alergen
indoor lainnya, anda mungkin akan mempunyai gejala yang timbul sepanjang tahun.
Bagaimana rhinitis alergika didiagnosa?
Dokter biasanya mendiagnosa rhinitis alergika dengan menanyakan
pertanyaan-pertanyaan tentang gejala-gejala yang anda derita, aktivitas anda,
dan kehidupan rumah anda, dan dengan memeriksa anda. Jika ini semua tidak dapat
memastikan bahwa anda menderita rhinitis alergika, maka mungkin dokter anda akan
menyarankan anda untuk melakukan:
- Skin test, dimana dokter anda akan menaruh sejumlah kecil cairan alergen tertentu ke kulit anda untuk melihat apakah cairan tersebut menimbulkan reaksi alergi pada anda.
- Tes laboratorium untuk melihat apakah ada zat-zat tertentu dalam darah anda yang menunjukkan bahwa anda menderita rhinitis alergika.
Bagaimana rhinitis alergika diobati?
Dokter anda akan mengobati rhinitis alergika dengan membantu anda untuk
menghindari atau mengendalikan alergen dan dengan menggunakan obat-obatan untuk
mengkontrol gejala-gejala anda. Jika ini semua tidak membantu, dokter anda
mungkin akan menyarankan suntikan immunotherapy. Ini adalah suntikan alergi
dimana alergen yang menyebabkan anda alergi, disuntikkan ke bawah kulit anda,
tentunya dalam dosis sangat kecil. Ini akan membuat tubuh anda terbiasa dengan
alergen itu sehingga anda hanya akan mengalami gejala yang lebih sedikit dan
lebih ringan.
Bagaimana menghindari paparan alergen
outdoor?
Untuk menghindari alergen, anda perlu tahu anda itu alergi terhadap apa.
Tentukan kapan dan di mana anda terpapar dengan alergen tersebut.
Kenapa anda harus menghindari alergen
outdoor?
Dengan menghindari atau mengurangi kontak dengan alergen outdoor, anda dapat:
- Mengurangi gejala-gejala alergi anda dan merasa lebih baik.
- Menangani gejala-gejala alergi anda tanpa obat-obatan atau dengan obat-obatan yang lebih sedikit.
- Mengurangi risiko anda terkena komplikasi jangka panjang dari rhinitis alergika, misalnya sinusitis.
Bagaimana caranya saya menghindari
terhadap paparan alergen outdoor?
Beberapa langkah/tips berikut ini dapat membantu anda bahkan jika anda tidak
tahu jenis pollen apa yang membuat anda alergi. Jika anda tahu tipe pollen apa
yang membuat anda alergi itu lebih bagus lagi.
- Tetaplah berada di dalam ruangan/rumah pada waktu pollen sangat banyak di udara. Umumnya pollen sedikit di udara hanya beberapa saat setelah matahari terbit. Mereka kemudian jumlahnya makin banyak dan paling banyak pada tengah hari dan sepanjang siang. Jumlahnya kemudian berkurang menjelang matahari terbenam.
- Tutuplah jendela dan pintu, baik pada siang maupun malam hari. Gunakan AC untuk membantu mengurangi jumlah pollen yang masuk ke dalam rumah anda. Jangan gunakan kipas dengan buangan keluar (exhaust fan) karena dapat membawa lebih banyak pollen masuk ke dalam rumah anda.
- Potonglah rumput di halaman rumah sesering mungkin.
- Cegah membawa pulang pollen masuk ke rumah setelah anda
bepergian:
# Segeralah mandi dan ganti baju dan celana yang anda pakai di luar.
# Keringkan pakaian anda dengan mesin pengering, jangan jemur di luar. - Berliburlah ke tempat lain pada saat musim pollen sedang berlangsung di tempat anda ke tempat di mana tanaman yang membuat anda alergi tidak tumbuh.
- Pindah rumah.
Mold dapat menyebabkan alergi yang memburuk dalam cuaca lembab. Mold juga memproduksi spora yang dapat beterbangan di udara luar selama musim panas. Untuk menghindari kontak dengan spora-spora mold:
- Jangan keluar rumah pada saat hujan atau hari berangin.
- Hindari aktivitas yang membuat anda terpapar dengan mold, seperti berkebun (terutama saat bekerja dengan kompos), memotong rumput.
- Buanglah jauh-jauh dari rumah anda daun-daun yang berguguran, potongan rumput, dan kompos.
Di daerah yang berudara lembab mold di dalam rumah dapat mencetuskan serangan
asthma, rhinitis alergika dan dermatitis alergika.
Beberapa langkah berikut dapat membantu:
- Bersihkan kamar mandi, bathtubs, shower stalls, shower curtains, dan karet-karet jendela paling sedikit sebulan sekali dengan disinfektan atau cairan pemutih. Gunakan pemutih dengan hati-hati, karena dapat membuat hidung anda teriritasi. Jika hidung anda teriritasi, gejala alergi anda dapat memburuk.
- Rumah harus ada aliran udara yang baik dan kering.
- Gunakan exhaust fan di kamar mandi dan dapur.
- Jangan gunakan karpet.
Oleh karena orang dewasa menghabiskan 1/3 waktu
mereka dan anak-anak menghabiskan ½ dari waktu mereka di kamar tidur, maka
penting agar tidak ada alergen di kamar tidur. Jangan gunakan kasur, bantal dan
guling yang diisi dengan kapuk.
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color