7 RAHASIA BELAJAR SAMBIL BERMAIN
oleh : Redaksi [ 2007-12-08 03:48:13 ]
Mengajari anak berhitung? Mengenalkan anak konsep tentang bentuk? Tak susah,
kok, bahkan dari kegiatan sehari-hari pun Anda bisa mengajari mereka semua
pengetahuan itu. Simak 7 kiat jitu berikut.
Banyak yang bisa diperoleh anak dengan bermain. Misalnya, pengetahuan tentang
konsep angka, warna, dan sebagainya. Tentu, bermain tak selalu menjamin
perkembangan kemampuan berhitung anak, tapi paling tidak, memberi anak berbagai
kemungkinan dengan cara yang tidak membosankan. Pengalaman belajar berhitung
bagi anak-anak yang masih kecil, misalnya, sebaiknya dibangun melalui permainan
dan kegiatan sehari-hari yang rileks. Nah, tugas Anda sebagai orang tua membantu
menyediakan lingkungan bermain yang sarat pengetahuan bagi si kecil.
1. Mainan yang bervariasi
Banyak mainan yang memiliki bentuk dan warna menarik yang bisa menambah
pengetahuan anak tentang bentuk dan warna. Misalnya, kotak tisu atau balok
warna-warni. Ini akan membantu anak memahami tentang bentuk tiga dimensi dan
jenis-jenis warna. Misalnya kotak tisu dijadikan gedung.
2. Ulang dengan mainan yang sama
Beberapa jenis mainan sangat penting bagi perkembangan anak, sehingga sebaiknya
dilakukan berulang-hulang saat anak berusia dini. Blok atau Lego sangat berperan
membantu anak mengenal struktur, belajar tentang bentuk dan kombinasi bentuk,
membandingkan ukuran, dan berhitung. Anak juga akan belajar membuat perencanaan,
membuat alasan, sekaligus menjalin ide. Misalnya, kenapa ia membuat bentuk rumah
dari 3 potong blok, dan sebagainya. Puzzle akan membantu mengembangkan kemampuan
spasial dan komposisi bentuk.
3. Semakin sedikit, semakin bermanfaat
Membeli terlalu banyak jenis mainan terkadang justru akan mengurangi kemampuan
berpikir dan kreativitas anak. Jadi, ada untungnya juga tak memiliki banyak
mainan, karena justru anak (dan orang tua) dituntut untuk lebih kreatif. Agar
tak bosan, lakukan rotasi mainan. Misalnya, minggu ini bermain dengan blok dan
Lego, sementara minggu depan ajak anak bermain puzzle, dan seterusnya.
4. Saatnya berhitung!
Banyak permainan dan kegiatan bermain yang berkaitan dengan berhitung. Misalnya,
minta anak menghitung berapa kali sebuah balon memantul di lantai sebelum
berhenti memantul? Ini akan membantu kemampuan berhitung anak. Atau, berapa kali
anak bisa melompati tali skiping, dan seterusnya.
5. Masih banyak mainan selain komputer
Anak sekarang lebih asyik menghabiskan waktu di depan layar komputer atau game
konsol. Padahal, masih banyak mainan tradisional yang tak kalah berperan
meningkatkan wawasan anak. Permainan kartu atau papan, membantu anak belajar
menghitung. Misalnya, menghitung jumlah balon di kartu. Permainan menghitung
juga akan membantu anak menghubungkan satu angka dengan angka lain. Misalnya,
setelah angka 1 lalu angka 2, 2 lebih besar daripada 1, dan seterusnya. Anak
juga akan belajar atau mengenali bentuk pada kartu, misalnya balon berbentuk
bulat, diamond berbentuk persegi panjang, dan sebagainya.
6. Bergerak sambil belajar
Beberapa permainan berkaitan erat dengan gerak dan jarak. Misalnya, boling atau
lompat tali. Misalnya, sebelum melempar bola boling, anak harus berjalan berapa
langkah ke depan, dan seterusnya. Permainan ini akan membantu anak mengembangkan
konsep tentang ukuran.
7. Berbenah sambil belajar
Setelah bermain, Anda pun masih bisa memasukkan pengetahuan kepada anak.
Misalnya menjelaskan konsep pembagian dan konsep dasar tentang bentuk saat
memasukkan mainan ke kotak mainan. Saat berbenah juga merupakan saat tepat untuk
memperkaya kosa kata anak. Misalnya, kata-kata "setelah", "di atas", "dimana
letak boneka?, dan sebagainya.(bk)
Orange Color
Blue Color
Red Color
Green Color